web analytics

Penggunaan “May” dan “Might”

Kedua kata “May” dan “Might” digunakan untuk menyatakan kemungkinan. Apakah ada perbedaan dalam cara menggunakan kedua kata itu?

Beberapa orang bersikeras bahwa kita harus menggunakan kata “may” (present tense) untuk membicarakan situasi yang terjadi di masa sekarang dan might (past tense) untuk membicarakan sesuatu yang terjadi di masa lalu. Sebagai contohnya:

I may go home early if I’m tired. (present tense)

He might have visited Italy before settling in Nuremberg. (past tense)

Dalam prakteknya, dalam penggunaan modern, tidak ada perbedaan nyata di antara keduanya. Keduanya bisa digunakan secara bergantian.

I might go home early if I’m tired.

He may have visited Italy before settling in Nuremberg.

Tapi ada sebuah perbedaan antara “may have” dan “might have” dalam konteks tertentu. Jika kebenaran dari sebuah situasi tidak diketahui di waktu seseorang berbicara atau menulis, maka salah satu kata ini bisa diterima:

By the time you read this, he may have made his decision.

I think that comment might have offended some people.

Jika sebuah event atau situasi kenyataannya tidak terjadi (secara fakta tidak terjadi) maka lebih baik gunakan kata “might have”.

Sumber: Oxford Dictionaries.

Topik yang dicari:

  • Penggunaan Might
  • penggunaan may dan might
  • perbedaan may dan might
  • penggunaan kata might
  • perbedaan may and might
  • perbedaan penggunaan may dan might
  • Penggunaan kata may
  • penggunaan may and might
  • penggunaan may
  • penggunaan might be

Related Posts

About The Author

Add Comment

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.