web analytics

Novel Mandarin yang Diterjemahkan Dalam Bahasa Inggris 1

Bangsa Cina dikenal sebagai bangsa dengan budaya sastra yang tinggi. Ada banyak karya sastra klasik berbahasa Mandarin yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Kalian pasti pernah mendengar tentang buku “Art of War”. Atau novel-novel seperti “Return of the Condor Heroes”, “Crouching Tiger Hidden Dragon” dan sejenisnya.

Pada abad ke-20 ini, juga ada beberapa novelis Cina yang patut dibaca karyanya. Bahkan ada beberapa novelis Cina yang berhasil memenangkan Nobel. Misalnya pada 2015, Tu Youyou memenangkan hadiah itu.

China Real Time bekerja sama dengan para editor Pathlight, sebuah majalah sastra yang menerjemahkan tulisan fiksi dan puisi Cina bersama dengan situs terjemahan Paper Republic dan People’s Literature Magazine. Staf Pathlight merekomendasikan empat novel Cina yang diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. Rekomendasi itu diawali dengan novel karya pemenang Nobel.

“Garlic Ballads,” Mo Yan

Para pembaca yang ingin mencicipi karya Mo Yan sebelum membaca seluruh novel, mungkin bisa memulai dengan koleksi cerita pendek (cerpen) “Shifu, You’ll Do Anything for a Laugh!,”. Atau mereka bisa menonton film “Red Sorghum” karya Zhang Yimou yang diangkat dari novel berjudul sama. Untuk mereka yang siap membaca novel utuh, cobalah novel “The Garlic Ballads”.

Novel itu dibuka dengan kutipan Stalin. Tapi Mo, dalam kata pengantar edisi kedua, mengaku jika kutipan itu hanya karangannya belaka. Kutipan itu menyinggung kritikan yang ditujukan padanya karena tidak mengungkapkan dukungan kepada rekannya sesama penerima Hadiah Nobel, Liu Xiaobo yang dipenjara. Juga kepada para penulis lain yang aktif secara politik:

“Para novelis selamanya berusaha menjauhkan diri mereka sendiri dari politik, tapi novel itu sendiri dekat dengan politik. Para novelis begitu peduli dengan nasib manusia sehingga mereka cenderung kehilangan pandangan terhadap nasib mereka sendiri. Di situlah terletak tragedi mereka,” tulis kutipan di awal novel.

“The Garlic Ballads” ditulis berdasarkan kejadian nyata pada 1987. Novel itu mengisahkan para petani miskin yang menyerbu kantor-kantor pemerintah daerah untuk memprotes pajak dan biaya yang tinggi untuk panen bawang putih yang ditanam atas desakan pemerintah. Padahal bawang putih itu membusuk, tidak bisa dijual dan dikumpulkan di ladang.

Novel dimulai dengan penangkapan dan pemukulan Gao Yang, salah seorang pemimpin gerakan protes, di depan puterinya yang buta. Lalu beralih ke pasangan kekasih Gao Ma dan Fang Jinju, saat mereka berusaha menolak pertunangan Jinju dengan seorang pria yang lebih tua. Perjodohan itu sebenarnya tidak sah. Seperti novel Mo lainnya yang panjang, “The Garlic Ballads” menggabungkan realisme yang kuat dengan khayalan, menggambarkan kekejaman pemegang kekuasaan yang bisa disogok dan tragedi pribadi dalam konteks sejarah yang tragis, dan panjang.

Topik yang dicari:

  • kata dalam bahasa inggris yang dapat ditulis di

Related Posts

About The Author

Add Comment

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.