web analytics

Tense Apa yang Digunakan Untuk Membahas Tentang Fiksi?

Membahas tentang fiksi dalam Bahasa Inggris mungkin membingungkan bagi kita. Tense apa yang harus kita gunakan untuk mengutip atau mengulas sebuah cerita atau novel Bahasa Inggris? Situs TheClassRoom.com membahas hal ini.

Deskripsi

Gunakan present tense saat menjelaskan tentang genre, style (gaya), reputasi atau nilai dari sebuah karya fiksi. Alasannya karena karya fiksi itu adalah artefak yang terus hidup dalam budaya. Misalnya kita mengulas novel “Tale of Genji” yang ditulis di Jepang pada abad pertengahan. Saat membahas novel itu, kita menggunakan present tense. Contoh kalimatnya, “This is the first modern novel.”

“Scholars consider it, rightfully, to be a masterpiece.”

Walau novel itu ditulis pada abad ke-11, tapi saat kita menggambarkan novel itu, kita menggunakan present tense.

Rangkuman

Untuk merangkum karya fiksi dalam Bahasa Inggris, gunakan juga present tense. Misalnya jika kalian merangkum novel “Farenheit 451” karya Ray Bradbury. Contoh kalimatnya: “Montag escapes the robotic hound and flees on the river.”

Bahkan sekalipun ada serangkaian aksi yang kalian ceritakan, gunakan present tense. Contoh kalimatnya: “After Montag saves some of Mrs. Hudson’s books and smuggles them home, he begins to feel alienated from his wife and coworkers.”

Modifier dari kalimat di atas adalah preposition “after” untuk memperjelas lini masa tanpa mengganggu konsistensi dari present tense. Kalian juga bisa menggunakan present perfect tense dan present tense untuk menjelaskan serangkaian aksi. Contoh kalimatnya: “After Montag has saved some of Mrs. Hudson’s books and smuggled them home, he begins to feel alienated from his wife and coworkers.”

Kutipan

Saat mengawali kutipan dari karya fiksi, gunakan present tense. Tapi kutipan itu sendiri harus mempertahankan tense dalam kalimat aslinya. Semua materi yang ada dalam tanda petik harus sama dalam hal ejaan dan kata.

Konteks

Dalam beberapa kasus, kalian boleh menggunakan past tense saat menulis tentang literatur. Tapi hanya saat kalian menempatkan karya atau penulisnya di dalam konteks sejarah. Misalnya saat menulis tentang “The Tale of Genji”, kalian bisa menulis, “Murasiki Shikibu was a noblewoman in the court of Heian-era Japan.” Kata past tense “was” sesuai karena kalimat itu berkaitan dengan kehidupan pribadi sang penulis, secara historis dan bukan karya fiksi tulisannya.

About The Author

Add Comment

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.